Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Korwil MBG Sumenep Kholilurrahman menghadiri FGD Ngombe yang dilaksanakan DPC PWRI Sumenep (dok: Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Korwil MBG Sumenep Kholilurrahman menghadiri FGD Ngombe yang dilaksanakan DPC PWRI Sumenep (dok: Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan terus dilakukan pembenahan melalui evaluasi secara berkala.

Langkah tersebut dilakukan agar manfaat program nasional tersebut dapat dirasakan lebih optimal oleh seluruh penerima manfaat.

 

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Sumenep, Moh. Kholilurrahman, menegaskan bahwa berbagai masukan dari masyarakat, pemerintah daerah, maupun media menjadi bagian penting dalam penyempurnaan pelaksanaan program nasional tersebut.

Pernyataan itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” yang diselenggarakan DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026).

Menurut Kholilurrahman, Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing. Oleh karena itu, proses evaluasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaannya.

“Setiap program yang baru berjalan tentu memiliki dinamika di lapangan. Masukan dari masyarakat, media, maupun pemerintah daerah menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik dari waktu ke waktu,” ujarnya, Jum’at (10/07/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi terus dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta berbagai pihak terkait guna memastikan distribusi makanan berlangsung sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Pengawasan yang dilakukan, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada mutu makanan, tetapi juga mencakup kebersihan dapur, keamanan pangan, mekanisme distribusi, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.

Kholilurrahman menegaskan, setiap persoalan yang ditemukan di lapangan, baik berkaitan dengan kualitas makanan, pelayanan maupun administrasi, harus segera ditindaklanjuti oleh pengelola SPPG sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan pelayanan.

“Kami tidak menutup diri terhadap kritik. Justru setiap masukan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” jelas mantan aktivis PMII Sumenep itu.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang terus mengawal pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, pemberitaan yang objektif dan berbasis fakta sangat membantu dalam mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

“Media memiliki peran strategis sebagai mitra pengawasan. Kritik yang disampaikan secara objektif akan menjadi masukan berharga untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program,” tuturnya.

Ia menambahkan, perkembangan pelaksanaan MBG di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren yang positif. Hal itu ditandai dengan bertambahnya jumlah SPPG untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kepada peserta didik di berbagai wilayah.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama dalam memperluas layanan ke kawasan kepulauan yang memiliki kondisi geografis berbeda dengan wilayah daratan. Karena itu, sinergi antarinstansi dinilai sangat penting agar pemerataan layanan dapat terwujud.

“Kami ingin seluruh anak di Kabupaten Sumenep memperoleh kesempatan yang sama untuk menerima makanan bergizi. Wilayah kepulauan juga menjadi perhatian karena membutuhkan pola pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi geografisnya,” jelasnya.

Kholilurrahman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menyoroti berbagai kendala yang muncul pada tahap awal pelaksanaan program. Menurutnya, manfaat jangka panjang MBG jauh lebih besar karena berkaitan dengan peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, serta produktivitas generasi mendatang.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung dan mengawal pelaksanaan program melalui kolaborasi serta evaluasi berkelanjutan.

“Program ini adalah milik bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, media, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar tujuan besar mencetak generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas benar-benar dapat terwujud,” pungkas Kholil.*

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep
Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media
Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan
Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:55 WIB

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:43 WIB

Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:05 WIB

Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:32 WIB

Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Berita Terbaru