Tolak Eksplorasi Migas, Puluhan Nelayan Kepung Lokasi Survey Seismik di Kangean 

- Redaksi

Selasa, 16 September 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Para nelayan menaiki perahu kayu menuju lokasi eksplorasi Migas di Kangean (dok: Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Para nelayan menaiki perahu kayu menuju lokasi eksplorasi Migas di Kangean (dok: Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Puluhan nelayan di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, menggelar aksi protes di laut menolak rencana survey seismik minyak dan gas (migas) oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd.

Sebanyak 33 kapal kayu dikerahkan, terdiri dari 18 kapal nelayan pesisir utara dan 15 dari pesisir selatan.

Mereka mendatangi perairan dangkal West Kangean sebagai simbol penolakan terhadap eksplorasi migas yang dinilai mengancam ekosistem laut dan kehidupan nelayan.

Koordinator aksi nelayan utara, Akhmad Yani, menegaskan bahwa eksplorasi migas hanya akan merusak lingkungan dan menimbulkan konflik sosial.

“Kami nilai hal ini sangat berdampak pada ekologi laut dan mata pencaharian para nelayan,” katanya, Selasa (16/09/2025).

Hal serupa disampaikan Miftahul Anam, perwakilan nelayan selatan, yang menyebut eksplorasi laut berpotensi mengganggu stabilitas masyarakat yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada sektor perikanan.

“Kami minta pemerintah berhenti menutup mata. Jangan biarkan pulau kecil seperti Kangean dikorbankan demi kepentingan korporasi. Kapal-kapal survei 3D harus angkat kaki dari perairan kami,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikap, para nelayan mengajukan tujuh tuntutan, diantaranya: penghentian rencana eksplorasi migas di Kangean, penolakan izin berlabuh kapal survei seismik oleh Syahbandar Kangean, serta desakan kepada Gubernur Jawa Timur, Bupati Sumenep, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan untuk turun tangan. Mereka juga meminta audit menyeluruh terhadap PT KEI.

Aksi ini menambah deretan penolakan masyarakat terhadap eksplorasi migas di perairan West Kangean. Nelayan berkomitmen akan terus melawan hingga rencana survey seismik benar-benar dibatalkan. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:05 WIB

Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:35 WIB

DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:40 WIB

Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB