SUMENEP | REKAM SATU – Petani Milenial di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus menunjukkan inovasi di sektor pertanian modern.
Salah satunya dilakukan Khalik, warga Desa Kasengan, Kecamatan Manding, yang berhasil mengembangkan budidaya melon menggunakan metode Machida, teknologi pertanian asal Jepang.
Metode tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menghasilkan buah melon dengan kualitas yang lebih merata dan sesuai standar pasar modern.
Keberhasilan budidaya berbasis smart farming itu menjadi bukti bahwa inovasi pertanian mulai berkembang di kawasan pedesaan dan mendapat perhatian positif dari berbagai pihak.
“Dalam satu batang tanaman melon, produksi buah dapat mencapai 20 hingga 30 butir dengan kualitas yang memenuhi standar pasar modern,” ungkap Khalik, selaku pengembang metode Machida, Jum’at (29/05/2026).
Keberhasilan petani milenial tersebut juga mendapat apresiasi dari jajaran Polres Sumenep. Dukungan itu ditunjukkan melalui kunjungan Kabag SDM Polres Sumenep, Kompol Widiarti, ke lokasi budidaya melon di Kecamatan Manding.
Menurut Kompol Widiarti, kehadiran pihak kepolisian dalam kegiatan panen melon berbasis smart farming merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian modern guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Saat berada di lokasi, ia meninjau langsung area green house dan berdiskusi dengan para petani mengenai sistem perawatan tanaman, pengaturan nutrisi, hingga pola pertanian presisi yang diterapkan.
“Inovasi seperti ini menjadi contoh positif bagi generasi muda agar melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” katanya.
Ia menambahkan, Polres Sumenep akan terus mendukung berbagai program masyarakat yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi desa.
Menurut dia, pertanian modern seperti ini menunjukkan bahwa teknologi dapat memberikan nilai tambah besar bagi sektor pertanian.
“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan pertanian inovatif,” jelasnya.
Penerapan smart farming juga dinilai menjadi solusi untuk menghadapi berbagai tantangan pertanian konvensional, mulai dari keterbatasan lahan hingga menjaga kualitas hasil panen tetap stabil.*
Penulis : SAN'X
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






