Komisi I DPR RI Geram, Tayangan Trans7 Dinilai Cederai Marwah Pesantren

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Anggota Komisi I DPR RI Slamet Ariyadi (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Anggota Komisi I DPR RI Slamet Ariyadi (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

NASIONAL – REKAM SATU – Program televisi XPOSE di stasiun Trans7 menuai kecaman luas dari umat Islam usai menayangkan episode bertajuk “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan pondok?”.

Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 itu dinilai melecehkan ulama dan pondok pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, serta KH Anwar Manshur, salah satu kiai dari pesantren tersebut.

Konten tersebut memicu kemarahan publik, terutama kalangan santri dan alumni pesantren, yang menilai narasi dalam program itu menciptakan stereotip negatif terhadap kehidupan pesantren.

Tagar #BoikotTRANS7 pun menjadi trending di berbagai media sosial sebagai bentuk protes.

Anggota Komisi I DPR RI, Slamet Ariyadi, yang juga merupakan alumni pesantren, menilai bahwa tayangan XPOSE Uncensored telah melukai perasaan ulama, santri, dan umat Islam.

Ia menegaskan bahwa, narasi yang disampaikan seolah merendahkan martabat pesantren dan para kiai.

“Umat Islam wajar merasa marah dan kecewa karena tayangan itu menggambarkan pesantren secara tidak pantas, apalagi menyangkut guru kita KH Anwar Manshur,” ujar Slamet Ariyadi, Selasa (14/10/2025).

Slamet juga mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menghentikan tayangan tersebut dan melakukan audit terhadap Trans7, guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap Kode Etik Jurnalistik.

“Segera tinjau apakah ada pelanggaran dalam siaran itu. Jika terbukti, hentikan penayangannya,” tegasnya.

Menurut Slamet, permintaan maaf Trans7 kepada pihak Pondok Pesantren Lirboyo dan KH Anwar Manshur tidaklah cukup. Ia menilai harus ada sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

“Permintaan maaf saja tidak cukup. KPI harus memberikan sanksi yang jelas agar ini menjadi pelajaran bagi media lain supaya lebih berhati-hati saat menayangkan konten yang menyangkut ulama dan pesantren,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengembang Nilai Mekanisme KPR BTN Kurang Efisien
Pecahkan Rekor Dunia di SEA Games 2025, Presiden Prabowo Apresiasi Atlet Angkat Besi Rizki Juniansyah 
Petanque Sumenep Tunjukkan Taring, Bagas Syarief Bawa Pulang Perak di SEA Games
Atlet Voli Kintan Dear Love Islamy Sukses Persembahkan Perak untuk Jawa Timur di Popnas 2025
Porprov Jatim IX 2025, Target Sumenep Lolos 20 Besar Kandas!
Atletik Sumenep Sumbang Emas, Perak, dan Perunggu di Porprov Jatim IX
Cabor Baru Ski Air Sumenep Sumbangkan Medali Emas di Porprov Jatim IX
Sumenep Mulai Unjuk Gigi di Porprov Jatim 2025, Target 20 Besar Menanti!
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:09 WIB

Pengembang Nilai Mekanisme KPR BTN Kurang Efisien

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:07 WIB

Pecahkan Rekor Dunia di SEA Games 2025, Presiden Prabowo Apresiasi Atlet Angkat Besi Rizki Juniansyah 

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:41 WIB

Petanque Sumenep Tunjukkan Taring, Bagas Syarief Bawa Pulang Perak di SEA Games

Senin, 10 November 2025 - 14:54 WIB

Atlet Voli Kintan Dear Love Islamy Sukses Persembahkan Perak untuk Jawa Timur di Popnas 2025

Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:31 WIB

Komisi I DPR RI Geram, Tayangan Trans7 Dinilai Cederai Marwah Pesantren

Berita Terbaru

PROFIL : Petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti milik korban kasus curas di Kangean (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Dua Pelaku Curas di Kangean Keok Ditangan Polisi

Kamis, 12 Feb 2026 - 17:51 WIB