Pengembang Nilai Mekanisme KPR BTN Kurang Efisien

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGUNAN. Tampak depan Kantor Bank BTN dengan aktivitas perbankan yang mendukung pembiayaan sektor perumahan. (Istimewa/Rekam Satu)

i

BANGUNAN. Tampak depan Kantor Bank BTN dengan aktivitas perbankan yang mendukung pembiayaan sektor perumahan. (Istimewa/Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Upaya pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian melalui Program 3 Juta Rumah disebut belum sepenuhnya ditopang oleh sistem pembiayaan yang efisien.

Di tingkat daerah, pengembang perumahan menilai mekanisme pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank Tabungan Negara (BTN) justru semakin memanjang.

Sejumlah pelaku usaha properti menyebut, perubahan tata kelola analisis kredit yang kini dipusatkan di kantor wilayah membuat proses persetujuan KPR tidak lagi bisa dipantau secara transparan dari kantor cabang. Kondisi ini dinilai menimbulkan ketidakpastian bagi konsumen maupun pengembang.

Pengembang Perumahan Bukit Damai, Nanda Wirya Laksana mengatakan, sistem sentralisasi analisis tersebut menghilangkan peran cabang sebagai penghubung utama antara bank dan masyarakat. Akibatnya, informasi mengenai status pengajuan sering kali tidak dapat dijelaskan secara pasti.

“Sekarang cabang hanya menerima berkas. Untuk disetujui atau tidak, semuanya menunggu wilayah. Developer dan konsumen akhirnya sama-sama menunggu tanpa kepastian waktu,” kata Wirya, Sabtu (10/1).

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut berimbas pada tertundanya serah terima unit rumah, meskipun konsumen telah memenuhi persyaratan administratif.

Bagi pengembang, situasi ini berisiko mengganggu perputaran modal dan rencana pembangunan lanjutan.

Masalah lain yang muncul adalah perbedaan sudut pandang antara analis kredit dan realitas ekonomi masyarakat lokal. Menurut Wirya, sebagian analis dinilai terlalu kaku dalam membaca sumber penghasilan calon debitur.

Ia mencontohkan kasus calon pembeli dari kalangan aparatur sipil negara yang memiliki usaha tambahan dengan pendapatan stabil. Meski secara faktual mampu mencicil, penghasilan nonformal tersebut kerap dianggap tidak kredibel.

“Padahal di daerah, usaha sampingan itu hal lumrah dan menjadi penopang utama ekonomi keluarga,” ujarnya.

Para pengembang menilai kondisi ini perlu segera mendapat perhatian dari manajemen BTN di tingkat pusat. Tanpa perbaikan sistem dan peningkatan pemahaman analis terhadap kondisi sosial ekonomi daerah, penyaluran KPR, terutama untuk rumah subsidi dikhawatirkan terus melambat.

Jika hambatan ini tidak diatasi, pengembang menilai target penyediaan jutaan unit rumah yang menjadi program unggulan pemerintah berpotensi sulit dicapai di lapangan. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Hasan Lintang

Editor : El Farhan

Sumber Berita: Rekam Satu

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecahkan Rekor Dunia di SEA Games 2025, Presiden Prabowo Apresiasi Atlet Angkat Besi Rizki Juniansyah 
Petanque Sumenep Tunjukkan Taring, Bagas Syarief Bawa Pulang Perak di SEA Games
Atlet Voli Kintan Dear Love Islamy Sukses Persembahkan Perak untuk Jawa Timur di Popnas 2025
Komisi I DPR RI Geram, Tayangan Trans7 Dinilai Cederai Marwah Pesantren
Porprov Jatim IX 2025, Target Sumenep Lolos 20 Besar Kandas!
Atletik Sumenep Sumbang Emas, Perak, dan Perunggu di Porprov Jatim IX
Cabor Baru Ski Air Sumenep Sumbangkan Medali Emas di Porprov Jatim IX
Sumenep Mulai Unjuk Gigi di Porprov Jatim 2025, Target 20 Besar Menanti!
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:09 WIB

Pengembang Nilai Mekanisme KPR BTN Kurang Efisien

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:07 WIB

Pecahkan Rekor Dunia di SEA Games 2025, Presiden Prabowo Apresiasi Atlet Angkat Besi Rizki Juniansyah 

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:41 WIB

Petanque Sumenep Tunjukkan Taring, Bagas Syarief Bawa Pulang Perak di SEA Games

Senin, 10 November 2025 - 14:54 WIB

Atlet Voli Kintan Dear Love Islamy Sukses Persembahkan Perak untuk Jawa Timur di Popnas 2025

Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:31 WIB

Komisi I DPR RI Geram, Tayangan Trans7 Dinilai Cederai Marwah Pesantren

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB