10 Organisasi Wartawan Kecam Pernyataan KEI, Ancam Tempuh Jalur Hukum

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Potret Ketua organisasi wartawan Sumenep kecam rilis pers yang dilayangkan pihak KEI (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Potret Ketua organisasi wartawan Sumenep kecam rilis pers yang dilayangkan pihak KEI (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Sebanyak sepuluh organisasi wartawan di Kabupaten Sumenep mengecam pernyataan resmi dari SKK Migas – Kangean Energy Indonesia (KEI) yang dinilai menyudutkan media lokal dalam isu penolakan eksplorasi energi oleh warga setempat.

Dalam rilis persnya, KEI menyebut media lokal sebagai pemicu keresahan warga, yang kemudian memicu gelombang protes atas aktivitas eksplorasi migas di wilayah tersebut. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari kalangan jurnalis yang merasa profesinya telah dilecehkan.

Ketua PWI Sumenep, M. Syamsul Arifin, menilai rilis KEI sebagai bentuk komunikasi publik yang keliru dan menyudutkan.

“Pernyataan mereka menyesatkan dan mencederai etika komunikasi. Jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan verifikasi, bukan provokasi,” ujar Syamsul, Kamis (03/07/2025).

Ia menambahkan, apabila KEI merasa dirugikan oleh pemberitaan, semestinya mereka menempuh mekanisme hak jawab sesuai dengan Undang-Undang Pers, bukan menyampaikan tudingan sepihak.

Senada dengan itu, Ketua JMSI Sumenep, Supanji, mengkritik gaya komunikasi KEI yang disebutnya arogan dan kontraproduktif.

“Alih-alih menyelesaikan persoalan, pernyataan mereka malah memperkeruh situasi. Media dianggap penyebar fitnah, padahal tugas kami adalah menyampaikan fakta,” tegasnya.

Supanji mendesak agar KEI mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers di Sumenep.

“Ini menyangkut marwah profesi kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, menyebut KEI telah gagal menjaga etika komunikasi publik. Ia meminta SKK Migas turut bertanggung jawab atas sikap mitranya tersebut.

“Kalau perlu, kami akan menempuh jalur hukum. Pers bukan alat perusahaan, kami bekerja untuk kepentingan publik,” katanya.

Lebih lanjut, Rusydiyono meminta KEI melakukan evaluasi internal terhadap pola komunikasi mereka.

“Harusnya introspeksi, bukan menyudutkan media. Kami akan terus mengawal masalah ini hingga ada penyelesaian,” ujarnya.

Sebagai bentuk respons kolektif, seluruh organisasi wartawan di Sumenep sepakat akan melayangkan somasi kepada KEI jika tidak ada klarifikasi maupun permintaan maaf secara resmi.

Adapun sepuluh organisasi yang tergabung dalam protes ini antara lain: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), Ikatan Wartawan Online (IWO), Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Media Independen Online (MIO), dan Aliansi Jurnalis Sumekar (AJS). (*)

Facebook Comments Box

Penulis : HASAN LINTANG

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Carok Berdarah Berujung Maut, Diduga Motif Asmara
Mobil Xpander Seruduk Motor dan Warung Sembako, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit 
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Personel Sat Reskrim Polres Sumenep Jalani Tes Urine
Alami Kebocoran, Tongkang Bermuatan CPO Nyaris Tenggelam di Pulau Giliyang 
Cuaca Ekstrem Terjang Sapeken, Pohon Roboh Timpa Rumah Warga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:18 WIB

TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin

Senin, 9 Februari 2026 - 14:42 WIB

Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:23 WIB

Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:58 WIB

Carok Berdarah Berujung Maut, Diduga Motif Asmara

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:46 WIB

Mobil Xpander Seruduk Motor dan Warung Sembako, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit 

Berita Terbaru

PROFIL : Petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti milik korban kasus curas di Kangean (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Dua Pelaku Curas di Kangean Keok Ditangan Polisi

Kamis, 12 Feb 2026 - 17:51 WIB