Studi Banding ke Jogja dan Jawa Tengah, BUMDes se-Pasongsongan Siap Kembangkan Usaha Inovatif 

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Para pengelola BUMDes SE Kecamatan Pasongsongan mengikuti pembelajaran manajemen pengelolaan keuangan BUMdes oleh Direktur Bumdes Panggung Lestari Arif Rochman S.E (dok. Redaksi Rekama Satu)

i

PROFIL: Para pengelola BUMDes SE Kecamatan Pasongsongan mengikuti pembelajaran manajemen pengelolaan keuangan BUMdes oleh Direktur Bumdes Panggung Lestari Arif Rochman S.E (dok. Redaksi Rekama Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Puluhan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, melakukan studi banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, mulai 17 hingga 20 Juli 2025.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengelolaan BUMDes, penguatan manajemen usaha desa serta optimalisasi potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, menjelaskan bahwa, tujuan pertama kunjungan adalah BUMDes Panggung Lestari di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Di tempat tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran langsung terkait tata kelola usaha desa yang profesional.

“Mulai dari bagaimana merancang usaha, membuat laporan keuangan yang transparan, hingga strategi pengelolaan modal dengan melibatkan partisipasi masyarakat, bukan hanya mengandalkan dana desa,” ungkap Fariz, Minggu (20/07/2025).

Kunjungan ke BUMDes Panggung Lestari bukan tanpa alasan, menurut Fariz, BUMDes tersebut merupakan salah satu BUMDes terbaik di tingkat Nasional.

“Bahkan mendapatkan penghargaan di tingkat ASEAN,” katanya.

Selanjutnya, pada hari kedua, peserta melanjutkan studi banding ke Rohani Farm di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut dia, Rohani Farm Sukoharjo yang dikelola oleh Bapak Heri Sunarto, berhasil menerapkan integrated farming (pertanian terpadu) menuju zero waste (nol limbah) dan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian.

“Konsep ini mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Limbah dari satu sektor dimanfaatkan untuk sektor lainnya sehingga semuanya dapat dimaksimalkan tanpa terbuang,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Sataretan Desa Soddara, Akhmad Suhalis, menilai bahwa kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru yang bisa segera diterapkan di desa masing-masing.

“Kami mendapatkan banyak pengetahuan, terutama soal pengelolaan keuangan dan penerapan pertanian terpadu yang sangat cocok untuk program ketahanan pangan,” katanya.

Suhalis juga menambahkan bahwa, konsep pertanian terpadu sangat potensial untuk mendukung ketahanan pangan karena mampu mengolah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

“Tidak ada yang terbuang dalam sistem ini, semua limbah bisa dimanfaatkan kembali,” tegasnya.

Ia menyebutkan, sebagian besar BUMDes di Kecamatan Pasongsongan telah menerima dukungan dana ketahanan pangan, sehingga implementasi sistem pertanian terpadu sangat mungkin segera dilaksanakan.

“Dengan adanya dukungan dana ini, kita bisa langsung mengaplikasikan hasil studi banding dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Melalui studi banding ini, diharapkan para pengelola BUMDes mampu menerapkan inovasi serupa di wilayah masing-masing, sehingga mampu menggali potensi desa secara maksimal dan menciptakan usaha desa yang lebih maju dan berdaya saing. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : HASAN LINTANG

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep
Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media
Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan
Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan
Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:55 WIB

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:43 WIB

Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:05 WIB

Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:32 WIB

Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Berita Terbaru