BRIDA Sumenep Gandeng LP2M Unej Rumuskan Strategi Tekan Inflasi

- Redaksi

Senin, 29 September 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Salah satu pegawai berada di kantor BRIDA Sumenep (dok: ist/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Salah satu pegawai berada di kantor BRIDA Sumenep (dok: ist/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep menjalin kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember untuk melakukan penelitian terkait strategi pengendalian inflasi di wilayah setempat.

Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, mengungkapkan bahwa laju inflasi di Sumenep sejak tahun 2020 hingga 2024 mengalami pola yang tidak stabil.

“Fluktuasi ini merefleksikan dinamika harga bahan pangan, energi, serta daya beli masyarakat,” kata Benny, Senin (29/09/2025).

Ia menjelaskan, pada 2022–2023 inflasi sempat melonjak tajam hingga berada di rentang 3,5–6,7 persen.

Kenaikan itu terjadi akibat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang bersamaan dengan tingginya harga global.

Namun memasuki tahun 2024, angka inflasi berhasil ditekan dan stabil di kisaran rendah, yakni 1,5–2,5 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menandakan adanya pemulihan ekonomi di Sumenep sekaligus menunjukkan efektivitas berbagai langkah pengendalian yang dilakukan Pemkab, mulai dari operasi pasar, penataan distribusi pangan, hingga koordinasi bersama Bank Indonesia dan Bulog.

Benny menambahkan, faktor utama pendorong inflasi di Sumenep meliputi kenaikan harga pangan pokok seperti beras, cabai, dan rokok.

Letak geografis kepulauan yang memicu tingginya ongkos transportasi, serta peningkatan permintaan pada momen hari raya juga ikut memperparah tekanan inflasi.

Selain itu, harga energi dan pangan internasional, ditambah cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen, turut berkontribusi pada kenaikan harga.

“Tahun 2025, penyumbang inflasi terbesar masih datang dari kelompok makanan, tembakau, serta jasa perawatan pribadi. Sementara sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga berperan sebagai penahan inflasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi agenda penting agar stabilitas ekonomi masyarakat Sumenep tetap terjaga. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep
Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media
Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan
Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan
Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:55 WIB

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:43 WIB

Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:05 WIB

Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:32 WIB

Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Berita Terbaru