SUMENEP | REKAM SATU – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mewanti masyarakat untuk terus melakukan vaksinasi meski kasus campak mulai terkendali.
Berdasarkan data DKP2KB Sumenep, sejak 27 September 2025, tercatat sebanyak 2.944 suspek campak, 205 orang dinyatakan positif dan 22 orang meninggal dunia. Namun, sejak 29 September 2025, tidak ada lagi laporan penderita baru.
“Kami mengimbau para orang tua segera melengkapi imunisasi anaknya. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKP2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, Selasa (14/10/2025).
Syamsuri menjelaskan, walau di tingkat Puskesmas tidak ditemukan lagi kasus campak, sejumlah rumah sakit masih menangani pasien dengan penyakit komplikasi seperti bronkopneumonia.
Penyakit ini memiliki gejala mirip campak, antara lain demam tinggi dan gangguan pernapasan.
“Pasien yang dirawat di rumah sakit kebanyakan mengalami komplikasi seperti bronkopneumonia, bukan infeksi campak langsung. Namun gejalanya mirip, sehingga tetap kami pantau,” jelasnya.
DKP2KB terus berkoordinasi dengan rumah sakit untuk melakukan penyelidikan epidemiologi, guna memastikan kasus komplikasi tersebut tidak berkaitan dengan wabah campak sebelumnya.
“Situasi sudah terkendali, tapi kewaspadaan tetap kami jaga agar gejala mirip campak yang muncul tidak menjadi tanda berulangnya wabah,” tegas Syamsuri.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penyakit campak di wilayah Sumenep dan mengajak seluruh masyarakat mendukung keberhasilan program imunisasi demi mencegah kemunculan kasus serupa di masa mendatang. (*)
Penulis : SAN'X
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






