SUMENEP | REKAM SATU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menargetkan distribusi seragam sekolah gratis untuk puluhan ribu siswa kelas II SD dan MI selesai sebelum akhir bulan Januari 2026.
Program unggulan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tersebut, merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap orang tua siswa sekaligus memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan seragam sekolah.
Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan bahwa proses pendistribusian seragam tidak mengalami keterlambatan.
Ia juga memastikan bahwa, seluruh tahapan pengadaan telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja.
Agus menjelaskan, seragam sekolah yang diproduksi oleh pihak penyedia, CV Awina Grup, telah selesai sebelum masa kontrak berakhir pada 29 Desember 2025.
Namun, penyaluran baru dapat dilakukan setelah masa libur sekolah berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.
“Seragamnya sebenarnya sudah siap sejak akhir tahun lalu. Karena bertepatan dengan libur sekolah, distribusi baru bisa dilakukan setelah KBM aktif kembali,” jelas Agus, Selasa (13/1/2026).
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disdik Sumenep menerapkan sistem satu titik pengambilan di setiap kecamatan.
Pola ini dinilai lebih efektif karena memudahkan pengawasan sekaligus memastikan jumlah seragam yang diterima sesuai dengan data yang diajukan sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan seluruh siswa penerima bantuan sudah bisa menggunakan seragam baru sebelum akhir Januari 2026.
Ia juga memastikan tim distribusi seragam terus bekerja maksimal agar target tersebut dapat tercapai.
“Kami terus mempercepat proses distribusi supaya semua siswa segera menerima seragam,” ujarnya.
Dari sisi anggaran, program seragam gratis ini juga menunjukkan efisiensi. Dari total anggaran sebesar Rp3,5 miliar, realisasi belanja hanya sekitar Rp3,4 miliar, sehingga terdapat penghematan sekitar Rp100 juta yang masuk sebagai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).
“Kami ingin memastikan semua anak di Sumenep dapat bersekolah dengan nyaman dan layak tanpa terbebani persoalan seragam,” pungkasnya. (*)
Penulis : SAN'X
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






