SUMENEP | REKAM SATU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memberikan perhatian serius terhadap proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep.
DPRD secara tegas meminta Panitia Seleksi (Pansel) agar menjalankan seluruh tahapan seleksi secara profesional, objektif, transparan, serta menjauhi segala bentuk praktik pengaturan nilai maupun keberpihakan tertentu.
Sorotan tersebut mencuat setelah Pansel mengumumkan delapan peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.
DPRD menilai, tahapan lanjutan seleksi menjadi fase krusial yang tidak boleh dijalankan sebatas menggugurkan kewajiban administratif.
Anggota DPRD Sumenep Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Jazuli, menegaskan bahwa uji kompetensi harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia mengingatkan agar proses penilaian benar-benar mencerminkan kemampuan, rekam jejak, serta integritas para kandidat, tanpa adanya intervensi maupun praktik “katrol nilai”.
“Seleksi ini jangan hanya menjadi formalitas. Uji kompetensi harus murni, objektif, dan bebas dari kepentingan apa pun,” ujar Jazuli, Kamis (05/02/2026).
Diketahui, delapan calon yang telah lulus tahap administrasi masing-masing adalah Arif Firmanto, R. Abd. Rahman Riadi, Eri Susanto, Agus Dwi Saputra, Achmad Dzulkarnain, Chainur Rasyid, Ferdiansyah Tetrajaya, dan Mohamad Iksan.
Seluruh kandidat tersebut selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi yang akan digelar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep ini juga menilai bahwa hasil dari tahapan seleksi tersebut akan sangat menentukan wajah birokrasi daerah ke depan.
Menurutnya, posisi Sekda memiliki peran strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pejabat administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak dan pengendali utama jalannya pemerintahan daerah.
“Sekda adalah figur sentral dalam birokrasi. Karena itu, proses seleksi harus melahirkan sosok yang benar-benar kompeten, profesional, dan memiliki integritas tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jazuli memastikan bahwa DPRD Sumenep tidak akan tinggal diam. Lembaga legislatif akan terus melakukan pengawasan secara intensif hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.
Hal tersebut dilakukan guna memastikan proses seleksi berjalan terbuka dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kami akan mengawal dan memantau seleksi ini sampai tuntas, demi menjaga kepercayaan publik,” pungkasnya. (*)
Penulis : SAN'X
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






