SUMENEP | REKAM SATU – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar sosialisasi Standar Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) di ruang rapat kantor setempat.
Kegiatan tersebut tidak lain untuk mendorong SRA di Kota Keris menjadi lebih baik, bahkan mampu tembus sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya.
Dalam kegiatan tersebut, Bappeda Sumenep menggandeng 49 lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, madrasah hingga SMK.
Selain itu, Bappeda Sumenep juga menghadirkan Fasilitator Daerah (Fasda) SRA untuk mendampingi setiap sekolah dalam memahami teknis penerapan standar sekolah ramah anak.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menyebut capaian KLA Madya tahun 2024 menjadi pijakan awal untuk meningkatkan komitmen daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak.
“Penghargaan KLA Madya tahun lalu bukanlah akhir, tetapi awal dari langkah baru. Target kita selanjutnya adalah KLA Nindya,” ungkapnya, Selasa (30/09/2025).
Arif menekankan, penerapan SRA tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus mampu membentuk budaya belajar yang berpihak pada anak.
“Sekolah harus menjadi contoh nyata dalam membangun interaksi yang ramah, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan anak didik,” tegasnya.
Ia berharap, seluruh satuan pendidikan di Sumenep mampu mengadopsi standar SRA secara berkelanjutan, sehingga target meraih predikat KLA Nindya dapat tercapai.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Sumenep, Kementerian Agama setempat, serta Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur Wilayah Sumenep. (*)
Penulis : SAN'X
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






