Bupati Sumenep Dorong Tradisi Jamasan Keris Go Internasional

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Bupati Sumenep memberikan sambutan dalam kegiatan Jamasan Keris (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Bupati Sumenep memberikan sambutan dalam kegiatan Jamasan Keris (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong agar prosesi Jamasan Keris yang rutin digelar di Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, bisa dikenal dunia dan masuk dalam kalender budaya internasional.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri prosesi Jamasan pada Rabu (2/7/2025). Tak hanya menyaksikan ritual penyucian keris, Fauzi juga menyoroti pentingnya pelestarian sejarah keris, termasuk masa ketika kepemilikannya pernah dilarang.

“Pelaksanaan rutin selama tiga tahun terakhir menjadi dasar kuat untuk mendorong pengakuan di tingkat global melalui Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.

Desa Aeng Tong-Tong sendiri dikenal sebagai pusat pembuatan keris dan telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Keris.

Fauzi menilai, pelestarian yang dilakukan para empu dan komunitas lokal merupakan wujud nyata komitmen menjaga identitas budaya.

“Pemerintah pusat harus memberikan dukungan lebih konkret terhadap pelestarian budaya seperti ini,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi empu keris, Bupati Fauzi membeli salah satu keris buatan pemuda berusia 20 tahun. Ia menyebut, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memastikan warisan leluhur terus hidup.

“Bukan soal pamor kerisnya, tapi soal siapa yang membuatnya. Kita harus mengapresiasi kreativitas anak muda,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi budaya sejak dini, terutama melalui partisipasi pelajar dalam berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk prosesi jamasan.

Sementara itu, terkait pemasaran keris di era digital, Fauzi mengakui ada tantangan. Keris pusaka memiliki nilai filosofi dan teknik yang tidak bisa sepenuhnya tergambarkan secara online.

“Souvenir mungkin bisa dijual daring, tapi untuk keris pusaka, pembeli ingin melihat langsung pakem dan pamornya. Ini tantangan kita bersama,” jelasnya.

Meski begitu, dirinya tetap optimistis bahwa pelestarian berbasis komunitas yang didukung teknologi bisa membawa budaya keris ke panggung dunia.

“Yang penting, budaya kita tidak hanya bertahan, tapi juga diwariskan dan dikenal secara global,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep
Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media
Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan
Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan
Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:55 WIB

HUT ke-81 RI, Bupati Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong Bangun Sumenep

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:43 WIB

Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke PWRI, Tegaskan Pentingnya Sinergi Polri dan Media

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:05 WIB

Hari Anak Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pelajar Gemar Menabung Demi Masa Depan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:32 WIB

Pria di Sumenep Tewas di Dalam Kamar Kos Batuan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Berita Terbaru