SUMENEP | REKAM SATU – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika STKIP PGRI Sumenep kembali menggelar kegiatan Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) sebagai bentuk konsistensi dalam mencetak kader-kader pers mahasiswa yang profesional dan kritis.
Kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari itu, digelar di Aula Lantai III Kampus STKIP PGRI Sumenep dan dilanjutkan ke Pantai Lombang sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran lapangan.
Acara pembukaan DJTL tersebut turut dihadiri oleh sejumlah petinggi kampus, di antaranya Wakil Ketua III STKIP PGRI Sumenep M. Ridwan, Wakil Ketua BEM Jaylani, Pimpinan Umum LPM Retorika Ach. Zainuddin, dan Ketua Panitia Mufti Eka Prasetyo.
Pimpinan Umum (PU) LPM Retorika, Ach. Zainuddin, dalam sambutannya mengatakan, kaderisasi merupakan ujung tombak keberlangsungan organisasi.
Ia menegaskan bahwa, DJTL bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah ruang strategis untuk membentuk anggota yang memiliki kompetensi jurnalistik mendalam, khususnya di bidang jurnalisme investigasi.
“Saya tidak ingin memiliki anggota yang hanya sekadar datang mengikuti DJTL tanpa tujuan. Minimal, pasca DJTL, kalian bisa dikenal oleh birokrasi kampus dengan hasil karya jurnalistik yang berkualitas,” katanya, Rabu (16/07/2025).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep, Jaylani, menekankan pentingnya karakter kritis dalam diri seorang jurnalis mahasiswa.
Menurut dia, LPM Retorika harus menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis terhadap berbagai persoalan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
“Dengan memiliki sensitivitas atas persoalan ketidakadilan dan ketimpangan, LPM Retorika harus bisa mengekspresikan kepeduliannya melalui karya jurnalistik yang tajam dan berkualitas,” ucap Jaylani.
Sementara itu, Wakil Ketua III STKIP PGRI Sumenep, M. Ridwan, menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada para peserta DJTL tersebut.
M. Ridwan menyebutkan, alumni pers mahasiswa telah banyak berkiprah di berbagai media cetak maupun online, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ia berharap agar prestasi yang telah dicapai oleh para alumni pers itu mampu menjadi motivasi bagi para peserta untuk benar-benar serius mengikuti DJTL 2025 ini.
“Saya sepakat bahwa yang ikut DJTL ini adalah orang-orang pilihan. Saya harap anggota tetap semangat mengikuti kegiatan selama tiga hari ke depan dan siap menjadi jurnalis yang tangguh di era disinformasi,” tandasnya.
DJTL tahun ini diharapkan menjadi titik awal bagi peserta untuk menumbuhkan semangat intelektual, kepedulian sosial, serta keterampilan jurnalistik investigatif guna menciptakan produk-produk pers yang kritis, akurat dan berkualitas. (*)
Penulis : HASAN LINTANG
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






