DPRD Sumenep Kecam Keras Tindakan Pencabulan Terhadap 20 Santriwati di Ponpes Kangean 

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOKASI. Potret gedung kantor DPRD Sumenep Jl. Trunojoyo No 124, Dalem Anyar, Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep (dok. Redaksi Rekam Satu)

i

LOKASI. Potret gedung kantor DPRD Sumenep Jl. Trunojoyo No 124, Dalem Anyar, Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep (dok. Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikejutkan dengan kabar tertangkapnya seorang pengasuh pondok pesantren terkait dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati.

Ustaz Sahnan, yang memimpin Pondok Pesantren Yayasan Darul Abror, diamankan aparat kepolisian di wilayah Situbondo usai terungkap melakukan tindakan asusila terhadap 20 santriwati.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Wahyudi menjelaskan, pihaknya mengecam keras tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum tersebut.

“Kami mendukung langkah cepat Polres Sumenep dan mengutuk perbuatan pelaku,” katanya, Selasa (10/06/2025).

Selain itu, pihaknya juga mendukung dan mengapresiasi kinerja penegak hukum yang telah berhasil mengamankan pelaku tindakan tak terpuji tersebut.

“Dari penyelidikan di lapangan hingga penangkapan, semua patut diapresiasi,” tambah anggota Badan Anggaran DPRD Sumenep ini.

Sementara itu, kuasa hukum para korban, Salamet Riadi mengatakan, korban aksi bejat oknum tersebut masih berusia 14 hingga 16 tahun. Menurut dia, sebagian korban dilaporkan pernah mengalami keguguran hingga tiga kali dan beberapa dari mereka kini sudah menikah dan membina keluarga.

“Seorang guru atau pembimbing spiritual semestinya menjadi sosok pelindung, bukan malah merusak moral dan masa depan anak didiknya. Apa yang dilakukan pelaku adalah bentuk kekejaman yang tak bisa dimaafkan,” jelasnya.

Penangkapan Ustaz Sahnan tidak lepas dari respons cepat Satuan Reserse Mobile (Resmob) Polres Sumenep. Sebelumnya, enam petugas kepolisian diterjunkan ke Pulau Kangean untuk mengumpulkan keterangan dari empat korban.

Menurut keterangan tertulis dari Salamet, pemeriksaan awal terhadap empat korban telah dilakukan dan akan berlanjut terhadap korban-korban lainnya.

“Proses pendampingan hukum bagi seluruh korban akan kami lakukan tanpa biaya sedikit pun. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan perlindungan hukum,” ungkapnya.

Salamet menambahkan, perilaku pelaku tidak hanya mencoreng institusi pendidikan keagamaan, tetapi juga mengkhianati nilai-nilai moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang pendidik.

Ia berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi lembaga-lembaga pendidikan untuk lebih ketat menjaga lingkungan yang aman dan sehat bagi anak didik.

“Jangan biarkan tempat belajar menjadi sarang tersembunyinya kejahatan. Pendidikan harus menjadi tempat yang melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan status hukum dari Ustaz Sahnan. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : HASAN LINTANG

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:05 WIB

Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:35 WIB

DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:40 WIB

Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB