Empat Bulan Pertama 2025, Hotel-Hotel di Sumenep Sepi Tamu

- Redaksi

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEGAH. Potret Hotel Myze yang berlokasi di Jalan Raya Trunojoyo, Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, tampak dari arah samping depan. (dok. redaksi Rekam Satu)

i

MEGAH. Potret Hotel Myze yang berlokasi di Jalan Raya Trunojoyo, Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, tampak dari arah samping depan. (dok. redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Kinerja sektor perhotelan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menunjukkan tren negatif sepanjang empat bulan pertama tahun 2025.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mengungkapkan bahwa tingkat keterisian kamar hotel (TPK) dalam periode Januari hingga April tahun ini mencatatkan angka terendah dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Menurut laporan resmi BPS Sumenep, persentase keterisian kamar hotel selama awal 2025 adalah sebagai berikut:

Bulan Januari: 15,29 persen

Bulan Februari: 14,94 persen

Bulan Maret: 11,97 persen

Bulan April: 17,38 persen

Sebagai pembanding, tingkat hunian kamar pada periode yang sama tahun 2024 menunjukkan capaian yang lebih tinggi, yakni:

Januari: 17,89 persen

Februari: 26,96 persen

Maret: 16,82 persen

April: 21,14 persen

Sementara itu, catatan tahun 2023 memperlihatkan fluktuasi dengan rincian:

Januari: 11,44 persen

Februari: 21,78 persen

Maret: 18,48 persen

April: 20,39 persen

Joko Santoso, Kepala BPS Sumenep menjelaskan, bahwa melemahnya performa sektor perhotelan ini erat kaitannya dengan berkurangnya kemampuan masyarakat untuk membelanjakan uang mereka.

“Faktor lain yang turut memengaruhi adalah efisiensi anggaran perjalanan dinas dan pengurangan kegiatan rapat atau pertemuan yang biasanya digelar di hotel-hotel,” ujar Joko dalam keterangannya, pada Kamis (5/6).

Sebagai gambaran, pada bulan April 2025, dari total 100 kamar yang tersedia di hotel-hotel Sumenep, hanya sekitar 17 hingga 18 kamar yang berhasil terisi setiap malam.

Meski angka hunian mengalami penurunan, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) tidak menunjukkan perubahan signifikan. Tetap berada di angka satu hari, sama seperti tren yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

“Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar tamu masih memilih untuk tidak menginap lebih dari satu malam,” tambah Joko.

Untuk diketahui, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) digunakan sebagai indikator utama dalam mengukur performa industri akomodasi. Semakin tinggi nilainya, semakin besar pula tingkat keberhasilan hotel dalam menarik pengunjung.

Sebaliknya, rendahnya TPK menjadi sinyal adanya permasalahan dalam sektor ini, termasuk kemungkinan penurunan kunjungan wisatawan ke daerah.

Sementara itu, RLMT (Rata-rata Lama Menginap Tamu) juga menjadi tolok ukur penting dalam menilai dinamika ekonomi lokal. Kenaikan pada angka ini biasanya mencerminkan meningkatnya aktivitas wisata atau kegiatan bisnis di suatu wilayah. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : HASAN LINTANG

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:05 WIB

Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:35 WIB

DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:40 WIB

Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB