GMK Desak Pemkab Hentikan Survei Seismik Migas di Kepulauan Kangean

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAK: Mahasiswa GMK Gelar audiensi dengan Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

KOMPAK: Mahasiswa GMK Gelar audiensi dengan Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU — Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kangean (GMK) kembali mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menggelar audiensi terkait polemik rencana survei seismik migas di Kepulauan Kangean.

Pertemuan tersebut digelar sebagai bentuk penegasan sikap GMK yang menolak rencana survei seismik oleh PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) dan PT Kangean Energy Indonesia (KEI).

Mereka menilai rencana itu telah menimbulkan keresahan luas dan mendapat penolakan dari sebagian besar warga Kangean.

Koordinator GMK, Ahmad Faiq Hasan, menyebut aktivitas migas yang berlangsung selama puluhan tahun tidak pernah memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Selama ini DBH, PI, dan CSR tidak transparan dan kami tidak merasakan manfaatnya,” ujar Faiq usai audiensi pada Senin (24/11/2025).

Ia juga menegaskan bahwa praktik eksplorasi dan eksploitasi migas bertentangan dengan UU No. 1 Tahun 2014, yang melarang aktivitas tersebut di kawasan pesisir dan pulau kecil.

Faiq menyebut kegiatan migas sering menjadi pemicu konflik yang melibatkan banyak kepentingan.

“Kami meminta pemerintah segera menghentikan seluruh aktivitas survei seismik karena berpotensi menimbulkan konflik horizontal yang lebih luas,” tegasnya.

GMK juga mendesak Pemkab Sumenep untuk mencabut semua rekomendasi administratif yang mendukung survei tersebut, serta meminta Pemprov Jawa Timur dan pemerintah pusat membatalkan rencana kegiatan migas di wilayah Kangean.

Ketua Ikatan Mahasiswa Kangean Sumenep (IMKS), Ahmad Khairuddin, turut memperkuat penolakan tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat Kangean komitmen mempertahankan ruang hidupnya.

“Kangean bukan sekadar lokasi eksplorasi. Ini tempat tinggal kami. Tidak ada alasan pemerintah memaksakan survei ketika masyarakat menolak,” ujarnya.

Khairuddin juga menyayangkan pernyataan Kabag Perekonomian dan SDA, Dadang Dedy Iskandar, yang menyebut Kangean belum pernah menjadi lokasi eksploitasi migas.

“Faktanya KEI sudah beroperasi tiga puluh tahun, tetapi pembangunan di kepulauan kami tidak terlihat,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Dadang menjelaskan bahwa hingga kini belum ada sumber daya alam yang dieksploitasi di Pulau Kangean.

“KEI beroperasi di wilayah Kecamatan Sapeken. Sementara Kangean hanya masuk dalam blok wilayah kerja sehingga belum menjadi area terdampak langsung,” terangnya.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah tetap berusaha meningkatkan kesejahteraan warga melalui mekanisme DBH, PI, dan CSR sesuai regulasi.

“DBH yang diterima kabupaten hanya sekitar enam persen karena kewenangan nol sampai dua belas mil berada pada pemerintah provinsi,” jelasnya.

Terkait Participating Interest (PI), ia mengatakan prosesnya masih berjalan dan membutuhkan waktu panjang sebelum bisa disalurkan. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:05 WIB

Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:35 WIB

DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:40 WIB

Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB