Kekerasan Seksual Terus Naik, PMII STKIP Soroti Ketidakseriusan Pemerintah Sumenep

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep Dicky Alamsyah (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep Dicky Alamsyah (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menunjukkan tren yang menghawatirkan.

Pasalnya, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kota Keris ini terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun media ini, pada tahun 2023 tercatat 17 kasus pencabulan, sementara pada tahun 2024 sedikit menurun menjadi 16 kasus.

Namun, pada pertengahan tahun 2025, sudah terdapat 6 kasus pencabulan terhadap anak yang ditangani oleh Dinas Sosial Sumenep.

Secara keseluruhan, dari tahun 2022 hingga Juni 2025, tercatat 156 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Rinciannya, 40 kasus pada 2022, 34 kasus di 2023, naik menjadi 50 kasus pada 2024, dan hingga Juni 2025 telah dilaporkan 32 kasus ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sumenep.

Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP PGRI Sumenep Dicky Alamsyah, menegaskan, kondisi ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kekerasan seksual, khususnya oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep.

Menurut dia, minimnya langkah preventif dan lemahnya sistem perlindungan membuat perempuan dan anak semakin rentan menjadi korban.

“Jangan terlalu menormalisasikan kasus seperti ini. Kita butuh hasil nyata dari pemerintah, khususnya Dinas Sosial,” katanya dengan tegas, Senin (28/07/2025).

Pihaknya juga menilai bahwa, pemerintah telah gagal dalam melakukan upaya preventif untuk menanggulangi kekerasan seksual.

Karena itu, pihaknya menyerukan perlunya solusi komprehensif yang tidak hanya represif, tapi juga preventif dan rehabilitatif.

Berikut lima rekomendasi strategis PMII STKIP untuk Pemerintah Kabupaten Sumenep

1. Pendidikan Seksual Komprehensif Sejak Dini, untuk membangun kesadaran dan perlindungan diri bagi anak-anak.

2. Penguatan Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban, termasuk optimalisasi implementasi UU TPKS.

3. Layanan Terpadu untuk Korban, seperti psikolog, pendamping hukum, dan tempat perlindungan aman.

4. Pemberdayaan Perempuan dan Komunitas, guna memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi perempuan.

5. Kampanye Publik dan Pelibatan Media, untuk menghapus stigma terhadap korban dan meningkatkan kesadaran publik.

PMII STKIP PGRI Sumenep juga berkomitmen untuk terus menjadi ruang formulasi dan aksi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : HASAN LINTANG

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Carok Berdarah Berujung Maut, Diduga Motif Asmara
Mobil Xpander Seruduk Motor dan Warung Sembako, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit 
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Personel Sat Reskrim Polres Sumenep Jalani Tes Urine
Alami Kebocoran, Tongkang Bermuatan CPO Nyaris Tenggelam di Pulau Giliyang 
Cuaca Ekstrem Terjang Sapeken, Pohon Roboh Timpa Rumah Warga
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:18 WIB

TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin

Senin, 9 Februari 2026 - 14:42 WIB

Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:23 WIB

Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:58 WIB

Carok Berdarah Berujung Maut, Diduga Motif Asmara

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:46 WIB

Mobil Xpander Seruduk Motor dan Warung Sembako, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit 

Berita Terbaru

PROFIL : Petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti milik korban kasus curas di Kangean (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Dua Pelaku Curas di Kangean Keok Ditangan Polisi

Kamis, 12 Feb 2026 - 17:51 WIB