Sejumlah Sekolah Alami Kerusakan, Disdik Sumenep Akui Tak Ada Dana Taktis 

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Seorang tamu tampak berada di depan Kantor Disdik Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Seorang tamu tampak berada di depan Kantor Disdik Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU — Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang mengalami kerusakan pada tahun ini dipastikan tidak memperoleh anggaran perbaikan hingga tahun anggaran berikutnya.

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Sumenep, Andriansyah Ali Sochibi, bahwa pihaknya tidak bisa melakukan rehabilitasi mendadak terhadap bangunan sekolah yang baru memgalami kerusakan lantaran tidak tersedia dana khusus untuk penanganan cepat.

“Sekolah yang roboh atau mengalami kerusakan tahun ini memang belum bisa kami tangani, sebab Disdik tidak memiliki anggaran taktis untuk respon darurat,” ujar Ardiansyah, Senin (24/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa, proses perbaikan sekolah harus melewati prosedur pengajuan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam anggaran tahun selanjutnya.

Dengan demikian, kerusakan yang terjadi pada tahun berjalan tidak dapat langsung diperbaiki.

Disdik Sumenep, kata dia, memang tidak mempunyai pos anggaran darurat untuk menangani kasus ambruknya ruang kelas, ruang guru, atau fasilitas pendukung lain yang tiba-tiba mengalami kerusakan.

“Kerusakan yang muncul tahun ini tetap harus diusulkan agar dapat masuk pada pembiayaan tahun depan,” tegasnya.

Untuk tahun 2025 sendiri, Disdik Sumenep telah mengalokasikan dana sebesar Rp 26 miliar untuk pembangunan serta revitalisasi sekolah. Anggaran tersebut berasal dari proses perencanaan tahun sebelumnya.

Andriansyah menambahkan, seluruh proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah yang telah terjadwal untuk tahun 2025 ditargetkan rampung pada pertengahan hingga akhir Desember 2025, sesuai timeline pemerintah daerah maupun pusat.

Kendati demikian, untuk sekolah-sekolah yang baru mengalami kerusakan selama tahun ini dipastikan belum termasuk dalam daftar tersebut.

“Ruang sekolah yang diberitakan rusak atau ambruk pada tahun ini baru bisa kami usulkan untuk dibiayai pada tahun anggaran berikutnya,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:05 WIB

Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:35 WIB

DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:40 WIB

Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB