SUMENEP | REKAM SATU — Warga Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, mulai merasa jenuh dengan ketidakjelasan rencana pembangunan jembatan yang ambruk di desa setempat.
Hingga saat ini, belum ada kepastian resmi dari pemerintah daerah mengenai kapan proyek tersebut akan benar-benar dikerjakan.
Ketidakpastian itu mendorong munculnya wacana di tengah masyarakat untuk membangun jembatan secara mandiri.
Langkah swadaya ini akan ditempuh apabila Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), terus menunda kejelasan realisasi pembangunan.
Sementara ini, aktivitas warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari kayu yang terbatas untuk kendaraan roda dua.
Adapun kendaraan roda empat harus menempuh jalur lain yang lebih jauh, sehingga menyulitkan mobilitas dan memperlambat aktivitas sehari-hari.
Salah seorang warga, Alex, menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur utama penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di empat desa se-Kecamatan Giligenting.
“Kalau tidak ada kepastian juga, warga siap urunan membangun sendiri. Ini akses vital, kami tidak bisa terus menunggu tanpa kejelasan,” katanya, Selasa (13/01/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi jembatan darurat saat ini sangat rawan, terutama ketika air laut pasang.
Lokasinya yang berdekatan dengan pantai menyebabkan bagian jembatan kerap tergenang air, sehingga membahayakan pengguna.
“Saat air laut naik, genangan sudah mencapai permukaan jembatan. Warga yang melintas harus ekstra hati-hati. Risikonya besar,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas PUTR Sumenep menyatakan pembangunan jembatan tersebut direncanakan pada tahun 2026 dengan menggunakan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT). Namun hingga kini, jadwal pelaksanaan masih belum dapat dipastikan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, Slamet Supriyadi, menyebutkan bahwa realisasi pembangunan masih menunggu proses penganggaran.
“Pastinya di tahun 2026, karena dananya baru akan masuk. Untuk jadwal detailnya masih menunggu,” ujarnya.
Di sisi lain, Camat Giligenting, Abd Said, meminta masyarakat tetap bersabar. Menurutnya, proses pembangunan masih berada pada tahap administrasi di Dinas PUTR.
“Informasi yang kami terima masih dalam proses. Jadwal pastinya memang belum ada, tapi menurut saya tidak akan lama, kemungkinan kurang dari dua bulan,” jelasnya.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah segera menyampaikan kepastian secara resmi beserta jadwal yang jelas.
Apabila hal tersebut tak kunjung terealisasi, opsi pembangunan jembatan secara swadaya disebut akan menjadi pilihan terakhir demi keselamatan dan kelancaran akses masyarakat. (*)
Penulis : SAN'X
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






