Tak Kunjung Ada Kepastian, Warga Desa Bringsang Siap Bangun Jembatan Dengan Swadaya 

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IRONIS: Potret jembatan ambruk di Kecamatan Giligenting tak kunjung dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Daerah (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

IRONIS: Potret jembatan ambruk di Kecamatan Giligenting tak kunjung dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Daerah (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU — Warga Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, mulai merasa jenuh dengan ketidakjelasan rencana pembangunan jembatan yang ambruk di desa setempat.

Hingga saat ini, belum ada kepastian resmi dari pemerintah daerah mengenai kapan proyek tersebut akan benar-benar dikerjakan.

Ketidakpastian itu mendorong munculnya wacana di tengah masyarakat untuk membangun jembatan secara mandiri.

Langkah swadaya ini akan ditempuh apabila Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), terus menunda kejelasan realisasi pembangunan.

Sementara ini, aktivitas warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari kayu yang terbatas untuk kendaraan roda dua.

Adapun kendaraan roda empat harus menempuh jalur lain yang lebih jauh, sehingga menyulitkan mobilitas dan memperlambat aktivitas sehari-hari.

Salah seorang warga, Alex, menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur utama penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di empat desa se-Kecamatan Giligenting.

“Kalau tidak ada kepastian juga, warga siap urunan membangun sendiri. Ini akses vital, kami tidak bisa terus menunggu tanpa kejelasan,” katanya, Selasa (13/01/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi jembatan darurat saat ini sangat rawan, terutama ketika air laut pasang.

Lokasinya yang berdekatan dengan pantai menyebabkan bagian jembatan kerap tergenang air, sehingga membahayakan pengguna.

“Saat air laut naik, genangan sudah mencapai permukaan jembatan. Warga yang melintas harus ekstra hati-hati. Risikonya besar,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas PUTR Sumenep menyatakan pembangunan jembatan tersebut direncanakan pada tahun 2026 dengan menggunakan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT). Namun hingga kini, jadwal pelaksanaan masih belum dapat dipastikan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, Slamet Supriyadi, menyebutkan bahwa realisasi pembangunan masih menunggu proses penganggaran.

“Pastinya di tahun 2026, karena dananya baru akan masuk. Untuk jadwal detailnya masih menunggu,” ujarnya.

Di sisi lain, Camat Giligenting, Abd Said, meminta masyarakat tetap bersabar. Menurutnya, proses pembangunan masih berada pada tahap administrasi di Dinas PUTR.

“Informasi yang kami terima masih dalam proses. Jadwal pastinya memang belum ada, tapi menurut saya tidak akan lama, kemungkinan kurang dari dua bulan,” jelasnya.

Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah segera menyampaikan kepastian secara resmi beserta jadwal yang jelas.

Apabila hal tersebut tak kunjung terealisasi, opsi pembangunan jembatan secara swadaya disebut akan menjadi pilihan terakhir demi keselamatan dan kelancaran akses masyarakat. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:05 WIB

Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:35 WIB

DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:40 WIB

Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB