TIHT 2025 Ditetapkan, Ini Besaran Harga Tembakau di Sumenep 

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL: Bupati Sumenep memimpin rapat penetapan TIHT 2025 di gedung rapat Pemkab Sumenep (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

i

PROFIL: Bupati Sumenep memimpin rapat penetapan TIHT 2025 di gedung rapat Pemkab Sumenep (dok. Istimewa/Redaksi Rekam Satu)

SUMENEP | REKAM SATU– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) tahun 2025 sebagai langkah menjaga stabilitas harga tembakau di daerah.

Penetapan TIHT 2025 ini, menjadi acuan bagi para pembeli tembakau untuk melakukan pembelian dengan harga yang telah ditentukan.

Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Moh. Ramli, merinci harga tembakau yang telah ditetapkan yakni, Rp67.929 per kilogram untuk harga tembakau gunung. Harga ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada diharga Rp66.983).

Untuk harga tembakau tegal tahun ini sebesar Rp63.117 per kilogram, pada tahun 2024 sebesar Rp61.604). Sementara untuk harga tembakau sawah dipatok Rp46.188 per kilogram, pada tahun sebelumnya, seharga Rp46.142.

“Kenaikan ini dihitung dari biaya riil produksi, termasuk bibit, pupuk, pestisida, perlengkapan, dan tenaga kerja dari pengolahan lahan hingga pascapanen,” ungkap Ramli, Selasa (12/08/2025).

Pemkab Sumenep juga menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai acuan resmi harga pembelian tembakau Madura selama musim panen 2025, yang mengikat seluruh pelaku usaha, mulai pengepul, gudang, hingga pabrikan.

“TIHT menjadi patokan minimal agar biaya produksi petani tertutupi, dan keuntungan bisa lebih besar jika kualitas panen tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, penetapan harga ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani hingga pelaku usaha, agar tercipta komunikasi yang intensif dan keputusan yang menguntungkan semua pihak.

“Pembahasan harga dilakukan lebih awal supaya koordinasi lebih efektif dan hasilnya menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Bupati.

Menurutnya, TIHT bertujuan menciptakan proses jual beli yang transparan, menghindari kerugian bagi petani maupun pembeli. Ia menambahkan, harga pasar berpotensi lebih tinggi dari TIHT tahun ini karena pasokan tembakau menurun sementara permintaan tetap tinggi.

Bupati mencatat, dua tahun terakhir harga tembakau petani selalu di atas titik impas, bahkan sering melampaui target.

“Semoga TIHT mampu menjaga iklim perdagangan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : SAN'X

Editor : JAUHED

Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU

Follow WhatsApp Channel rekamsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi
Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin
DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 
Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 
Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 
TA Bupati Sumenep Dukung PWRI Jadikan Gerakan Literasi Agenda Rutin
Hilang Kendali, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Minibus
Rebut Kursi Sekdakab Sumenep, DPRD Wanti Pansel Profesional dan Objektif 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Program MBG di Sumenep Terus Dibenahi, Korwil Tekankan Pentingnya Evaluasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:05 WIB

Krisis Empati di Era AI, Ketika Manusia Memilih Curhat Pada Mesin

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:35 WIB

DPC PWRI Sumenep Gelar FGD “Ngombe”, Bahas Dampak Nyata Program MBG 

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Karya Lukis Siswi SDIT Sumenep Pikat Hati Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:40 WIB

Pengelolaan Aset Daerah Dinilai Tak Maksimal, DPRD Sumenep Bentuk Panitia Khusus 

Berita Terbaru

PROFIL: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung kantor Pemkab Sumenep (dok: istimewa/Redaksi Rekam Satu)

Kriminal

Oknum ASN Sumenep Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan KTP

Jumat, 10 Jul 2026 - 17:46 WIB