SUMENEP | REKAM SATU – Puluhan nelayan di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, menggelar aksi protes di laut menolak rencana survey seismik minyak dan gas (migas) oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd.
Sebanyak 33 kapal kayu dikerahkan, terdiri dari 18 kapal nelayan pesisir utara dan 15 dari pesisir selatan.
Mereka mendatangi perairan dangkal West Kangean sebagai simbol penolakan terhadap eksplorasi migas yang dinilai mengancam ekosistem laut dan kehidupan nelayan.
Koordinator aksi nelayan utara, Akhmad Yani, menegaskan bahwa eksplorasi migas hanya akan merusak lingkungan dan menimbulkan konflik sosial.
“Kami nilai hal ini sangat berdampak pada ekologi laut dan mata pencaharian para nelayan,” katanya, Selasa (16/09/2025).
Hal serupa disampaikan Miftahul Anam, perwakilan nelayan selatan, yang menyebut eksplorasi laut berpotensi mengganggu stabilitas masyarakat yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada sektor perikanan.
“Kami minta pemerintah berhenti menutup mata. Jangan biarkan pulau kecil seperti Kangean dikorbankan demi kepentingan korporasi. Kapal-kapal survei 3D harus angkat kaki dari perairan kami,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikap, para nelayan mengajukan tujuh tuntutan, diantaranya: penghentian rencana eksplorasi migas di Kangean, penolakan izin berlabuh kapal survei seismik oleh Syahbandar Kangean, serta desakan kepada Gubernur Jawa Timur, Bupati Sumenep, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan untuk turun tangan. Mereka juga meminta audit menyeluruh terhadap PT KEI.
Aksi ini menambah deretan penolakan masyarakat terhadap eksplorasi migas di perairan West Kangean. Nelayan berkomitmen akan terus melawan hingga rencana survey seismik benar-benar dibatalkan. (*)
Penulis : SAN'X
Editor : JAUHED
Sumber Berita: REDAKSI REKAM SATU






